Jumat, 11 Desember 2009

Between Us (chapter 2)

author : tisa larasati 






KRIIIING !~


Bel berbunyi, tanda waktu pulang sekolah telah tiba. Ryeowook, Kyuhyun, Donghae, dan Kibum dengan semangat pergi menuju kelas Han Gayoong. Sesampainya mereka disana, Kyuhyun memanggil Gayoong, sementara Ryeowook dkk bersembunyi dahulu.


"Adakah Han Gayoong disini?" tanya Kyuhyun yang sedang berdiri disamping pintu kelas dengan suara lantang.


Saat itu, semua mata tertuju pada Kyuhyun, terutama para siswi. Mereka terpesona pada ketampanan Kyuhyun. Sementara itu, Gayoong bingung. Kyuhyun tiba-tiba memanggilnya, padahal ia belum sama sekali mengenal Kyuhyun.


"Ya, aku," Gayoong menghampiri Kyu "Ada apa dan kau siapa?"


"Ah, aku Kyuhyun dari kelas 12, aku ingin berbicara denganmu, sebentar, bisa?" tanya Kyu.


"Ne! Tentu saja!" jawab Gayoong begitu ia mengetahui bahwa Kyu adalah seniornya.


"Kalau begitu, ayo bicara sambil jalan." ajak Kyu dan Gayoong menyetujuinya.


Kyu kemudian berbasa-basi bersama Gayoong. Dari belakang, Ryeowook, Donghae, dan Kibum membututi dengan sangat hati-hati sambil membawa tepung yang didapatnya dari klub PKK. Begitu Ryeowook sudqh berada dibelakang Gayoong dengan tangan diatas kepala Gayoong dan bersiap untuk menumpahkan tepung itu..


DUAKK!


Gayoong menendang 'kartu as' Ryeowook. Alhasil, tepung yang tadinya ingin ia tumpahkan ke kepala Gayoong malah mengenai dirinya sendiri. Ryeowook jatuh, kesakitan, dan mengomel. Sementara Kyuhyun, Donghae, dan Kibum hanya bisa terbelalak.


"Jadi kau, hah? Kan sudah kubilang aku ini ketua klub Taekwondo. Hal seperti ini sih kecil. Aku bisa merasakan bila ada musuh dibelakangku!" ucap Gayoong dengan nada menantang.


"Akh! Dasar adik kelas kurang ajar! Lihat saja nanti! Aduuh.. Sakit!" rintih Ryeowook sambil mengomel.


Kyuhyun, Donghae, dan Kibum tertawa melihat keadaan Ryeowook. Begitupula dengan Gayoong. Ia tertawa puas.


"Hey! Apa-apaan kalian menertawaiku! Kalian mendukungnya, hah?" omel Ryeowook pada ketiga kawannya itu.


"Maaf, maaf. Tak sengaja!" kata Kyuhyun lalu berhenti tertawa diikuti oleh Donghae dan Kibum.


"What a babo senior, ckc," ejek Gayoong sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Diam kau!" Ryeowook kesal.


"1-0!" ujar Gayoong dengan nada penuh kepuasan dan sedikit mengejek, lalu ia pergi meninggalkan Ryeowook yang masih kesakitan.


"Benar-benar ya dia! Aaakh aku sangat membencinya! Dan kalian, bantu aku, dong! Malah diam saja!" Ryeowook terus mengomel.


Kyuhyun lalu membantu Ryewook berdiri, sedangkan Donghae dan Kibum membantu membersihkan tepung yang menempel dibaju Ryeowook.


"Sudah, ayo pulang. Segera bersihkan dirimu," ajak Donghae.


"Aku tidak bisa ikut, mianhae! Aku harus segera bekerja!" ujar Kyuhyun.


"Ne, baiklah. Hwaiting Kyu!" Kibum memberi semangat.


"Ok!" Kyuhyun lalu segera pergi meninggalkan ketiga kawannya itu.


Kyuhyun lalu segera mengendarai motornya menuju stasiun TV SBK yang tak jauh dari sekolahnya. Namun tiba-tiba ditengah jalan, ada seorang wanita yang menghentikan motornya.


"Kamu! Stop! Stop!" seru wanita itu pada Kyuhyun yang sedang mengendarai motor.


Kyuhyun lalu segera menghentikan motornya tepat disebelah wanita itu dan melepas helm-nya.


"Ada apa?" tanya Kyuhyun.


"Eh, itu.. Bolehkah aku menumpang motormu? Aku tadi juga naik motor kesini, tapi tiba-tiba motorku mogok ditengah jalan. Aku mau naik bus dan taxi, tapi sudah 1 jam aku mengunggu, tidak ada satupun yang lewat. Aku juga sudah meminta tolong pada orang lain tapi tidak ada yang mau membantu. Bisakah kau mengantarkanku dengan motormu? Aku bawa helm sendiri, kok." jelas wanita itu panjang lebar.


"Ne, tentu saja," Kyuhyun langsung menjawab tanpa pikir panjang "Ayo, mau kemana?"


"Ka.. Kau serius? Ke stasiun TV SBK, gamsahamnida!" ucap wanita itu sambil menaiki motor Kyuhyun.


"SBK? Kebetulan sekali, aku juga ingin kesana! Kap shida!" Kyuhyun lalu mengenakan helmnya kembali. Setelah meyakinkan bahwa wanita itu sudah menaiki motornya, ia segera mengendarai motornya kembali.


Tak sampai 15 menit, mereka sudah sampai ditempat tujuan. Setelah Kyuhyun mencari parkiran, mereka turun.


"Ah, gamsahamnida! Kau benar-benar baik terhadapku," ucap wanita itu.


"Ne, cheonmaneyo. Itu bukan apa-apa kok,"jawab Kyuhyun sambil tersenyum manis "Kalau begitu, aku pergi dulu ya."


"Ah, tunggu!" cegah wanita itu "Kim Eunhee imnida."


"Cho Kyuhyun imnida, annyeong haseyo!" ucap Kyuhyun, kemudian ia terus berjalan.


Eunhee tersenyum melihat Kyuhyun. Ia kagum.


"Dihari seperti ini bahkan masih ada saja orang yang baik hati sepertinya. Aku benar-benar tersanjung. Kyuhyun.. Aku sangat tersanjung padamu!" gumam Eunhee.


***


Matahari sudah terbenam, bintang mulai menampakkan wujudnya. Hari sudah malam, tepatnya sudah pukul 8 malam. Eunhee baru selesai bekerja. Saat ia sedang berjalan menuju lobby lantai 1, ia bertemu Kyuhyun. Eunhee segera menyapanya.


"Kyu! Kyuhyun!"


Kyuhyun yang menyadari namanya dipanggil langsung menoleh. Tahu bahwa yang memanggilnya adalah Eunhee, ia langsung menghampirinya.


"Eunhee, belum pulang?" tanya Kyuhyun.


"Ini baru selesai bekerja, kau sendiri?" Eunhee berbalik tanya.


"Aku juga baru selesai," jawab Kyuhyun.


"Oh begitu. Ngomong-ngomong, kau malam ini ada acara?" tanya Eunhee lagi.


"Hmm.. Tidak," jawab Kyuhyun.


"Kalau begitu, maukah makan malam bersamaku? Aku traktir, sebagai tanda terimakasih karena sudah membantuku tadi." ajak Eunhee.


"Ah, tidak usah repot-repot! Kan sudah kubilang, itu bukan apa-apa." Kyuhyun menolak.


"Sudahlah, tak apa! Ayo!" Eunhee menarik tangan Kyuhyun.


Eunhee dan Kyuhyun akhirnya makan di restoran fast food sebelah kantor. Mereka lalu berbincang-bincang.


"Kyu, kau masih SMA ya? Kelas berapa?" tanya Eunhee.


"Kelas 12, kau?"


"Ah, aku kelas 10. Rupanya kau lebih tua dariku. Bolehkan aku memanggilmu oppa?" pinta Eunhee.


"Kau masih kelas 10? Wow, padahal kau terlihat dewasa. Tentu saja! Ohya, kau di SBK bekerja apa?" kini giliran Kyuhyun bertanya.


"Aku sebenarnya artis baru. Aku baru hari ini mulai bekerja sebagai MC di sebuah talk show, namanya Chit Chat. Akan tayang besok." jawab Eunhee "Kalau oppa?"


"Wah, aku akan menontonmu. Haha. Aku bekerja sebagai dubber untuk sebuah drama China." jelas Kyuhyun.


"I see now. Oppa, kau sekolah dimana?" tanya Eunhee lagi.


"Di SMA swasta Sosun, tak jauh dari sini. Kau?"


"Kalau aku di SMA Yunhwa." jawab Eunhee.


"Yunhwa? Oh ya, aku tahu." ucap Kyuhyun, lalu kembali makan.


Eunhee memperhatikan wajah Kyuhyun dengan seksama. Aku seperti pernah melihatnya, batin Eunhee. Kyuhyun rupanya sadar bahwa Eunhee sedang memperhatikannya.


"Ada apa? Apa ada sesuatu dimukaku?" tanya Kyuhyun. Pertanyaan itu membangunkan Eunhee dari lamunannya.


"Eh? Tidak, itu.. Ada krim didekat bibir oppa," Eunhee asal bicara. Untungnya memang ada sedikit krim disamping bibir Kyuhyun yang membuatnya sedikit celemotan, sehingga Eunhee tak ketahuan berbohong.


"Ah iya benar," Kyuhyun mengelap krim yang membuatnya belepotan "Gomaweo, sudah memberi tahu."


"Ne, cheonmaneyo!" Eunhee tersenyum. Ia lalu kembali makan.


Setelah kurang lebih 20 menit, mereka akhirnya selesai makan. Merekapun segera pulang.


"Oppa, hari ini benar-benar terimakasih banyak." ucap Eunhee untuk yang kesekian kalinya.


"Kau ini, apa hanya bisa mengucapkan kata terima kasih saja? Jangan katakan terima kasih lagi! Aku sudah bosan mendengarnya!" protes Kyuhyun.


"Mi.. Mianhae.. Habisnya, kau sangat baik padaku, oppa." ujar Eunhee.


"Ah, ya sudahlah, ayo!" Kyuhyun menaiki motornya.


Tapi Eunhee hanya terdiam saja. Ia bingung melihat Kyuhyun cukup lama.


"Hey, ayo! Mengapa diam saja? Cepat naik!" seru Kyuhyun.


"Eh, aku.. Naik?" tanya Eunhee.


"Tentu saja. Aku akan mengantarmu pulang. Ayo!" ucap Kyuhyun.


"Oppa, kau.. Kau akan mengantarku pulang?" tanya Eunhee sedikit kaget.


"Kau ini bicara apa, sih? Tentu saja! Memangnya kau mau pulang naik apa lagi? Cepat naik dan katakan dimana rumahmu,"


Eunhee lalu menaiki motor Kyuhyun. Ia benar-benar baik, batin Eunhee. Iapun memberitahu alamat rumahnya dan Kyuhyun segera mengantarnya kesana. Diperjalanan, Eunhee memeluk pinggang Kyuhyun agar tidak jatuh. Ia merasa sangat hangat malam itu. Dan tak lama kemudian, Kyuhyun menghentikan motornya didepan sebuah rumah bertingkat 2 yang terlihat cukup mewah. Ya, itu adalah rumah Eunhee.


"Oppa, sekali lagi te.." belum sempat Eunhee melanjutkan ucapannya, Kyuhyun sudah memotongnya duluan.


"Sst, diam. Aku tak ingin mendengar kata itu lagi darimu. Sekarang, kau cepatlah masuk ke kedalam rumah!"


"Ne, oppa. Oppa juga cepatlah pulang!" ucap Eunhee.


Kyuhyun pun memakai helm dan menaiki motornya lagi. Ia lalu tersenyum pada Eunhee dan pergi. Eunhee membalas senyum dan memperhatikan Kyuhyun sampai sosoknya benar-benar tak kelihatan lagi. Setelah itu, ia masuk kerumahnya.


***


Malam sudah berganti menjadi pagi, pagi yang cerah. Seperti biasa, empat sekawan itu selalu mengobrol terlebih dahulu sampai kelas pertama dimulai.


"Aku tidak jadi ikut Take Me Out," ujar Ryeoeook.


"Hah? Mengapa?" tanya Kibum.


"Tentu saja karena aku tak punya waktu. Aku kan harus menyiapkan banyak strategi untuk melawan bocah itu, dan pastiakan menghabiskan banyak waktu!" jelas Ryeowook.


"Ryeoeook, kau benar-benar serius ingin mengerjainya?" tanya Donghae tak percaya.


"Tentu saja. Aku belum puas jika belum melihat dia menderita!" ujar Ryeowook.


"Tapi aku tak yakin kau bisa menang. Jangan-jangan nati malah terjadi kejadian seperti kemarin lagi," Kyuhyun ragu.


"Ah, diam kau! Jangan mengingatkanku pada kejadian itu lagi! Rencanaku kali ini pasti akan berjalan mulus. Aku yakin kali ini aku bisa menyamakan skor pertandingan. Lihat saja kau istirahat nanti, Han Gayoung!" ucap Ryeowook dengan penuh keseriusan.


"Han Gayoong," Kibum membetulkan nama Gayoong yang semula salah disebut Ryeowook.


"Aku tak peduli namanya siapa, mau Gayoong atau Gayoung, semua sama saja! Yang lebih penting, aku harus bisa membalasnya,"


"Ah, terserahmu, aku tak mau ikutan," ujar Kyuhyun.


"Kyu, waeyo? Mengapa kau tiba-tiba begitu?" tanya Ryeowook.


"Aku capek dan malas. Aku ingin tidur saat diwaktu istirahat," jawab Kyuhyun.


"Me too. I'm so lazy to do something like that. It's too silly for me!" Kibum ikut-ikutan.


"Aku juga. Kali ini aku angkat tangan. Mianhae Ryeowook." Donghae juga tidak mau mengikuti rencana Ryeowook.


"Kalian semua kenapa sih? Baiklah kalau kalian tidak mau ikut denganku. Aku akan mengerjakannya sendiri!" omel Ryeowook agak kesal.


"TER-SE-RAH!" ujar Donghae, Kyuhyun, dan Kibum bersamaan.


***


KRIIIING !~


Bel istirahat berbunyi. Gayoong dan beberapa temannya pergi menuju kantin sekolah untuk makan siang sambil memainkan ponselnya. Karena ia sedang sibuk dengan ponselnya, ia tak menyadari bahwa Ryeowook membuntutinya.


Ketika sudah sampai dikantin, Gayoong segera memesan makanan. Ryeowook mengikutinya. Ia juga ikut memesan makanan. Ketika Gayoong hendak membawa sebuah nampan berisi menu makan siang serta minumannya, Ryeowook berlagak seperti orang yang sedang terburu-buru dan dengan sengaja menabrak Gayoong dari belakang hingga Gayoong terjatuh. Gayoong terjatuh, berarti makanan yang dibawanya juga tumpah. Ya, tumpah dan berserakan dilantai. Bahkan piring serta gelasnya pecah. Ponsel Gayoong yang tersimpan dikantung jas ikut jatuh ke lantai. Lalu Ryeowook menginjak ponsel Gayoong sambil berakting tidak sengaja.


"Aduh, yaampun! Kau tak apa? Makanya.. Hati-hati kalau jalan, apalagi kau sedang membawa makanan seperti itu. Apa ada yang bisa kubantu?" Ryeowook berakting menawarkan bantuan.


"Kakimu.. Menginjak ponselku," ucap Gayoong dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Eh? Apa?" tanya Ryeowook.


"KUBILANG, KAKIMU MENGINJAK PONSELKU!" bentak Gayoong.


Ryeowook kaget mendengar Gayoong membentaknya. Iapun langsung memindahkan letak kakinya yang semula menginjak ponsel Gayoong.


"Ah maaf! Aku tidak sengaja," Ryeowook kembali berakting.


Gayoong yang tadinya terjatuh kemudian berdiri dan berjalan kedepan Ryeowook tanpa berkata apa-apa. Semua yang ada di kantin saat itu memperhatikan mereka, termasuk Donghae, Kyuhyun, dan Kibum. Lalu dengan tiba-tiba Gayoong menumpahkan isi nampan yang sedang dibawa Ryeowook tepat ke wajah Ryeowook. Ryeowook sangat kaget pada saat itu.


"Apa-apaan kau, hah?!" omel Ryeowook.


"SEHARUSNYA AKU YANG BERKATA BEGITU! APA-APAAN KAU? DENGAN SENGAJA MENABRAKKU DAN MENGINJAK PONSELKU!! APA SALAHKU PADAMU, HAH? DAN KALAUPUN ADA, APA SEPARAH INI?! JAWAB!!!" Gayoong benar-benar kalap saat itu.


"Siapa yang menabrakmu? Kau kan jatuh sendiri!" Ryeowook mencari alasan.


"KAU PIKIR AKU TIDAK TAHU? MANA MUNGKIN AKU TERJATUH TANPA SEBAB SAMPAI SEPERTI ITU! KAU MENABRAKKU DENGAN SENGAJA!! DASAR, KAKAK KELAS MACAM APA KAU INI?! BISANYA HANYA MEM-BULLY ADIK KELASNYA!!! CUKUP!!! AKU SUDAH MUAK DENGANMU, RYEOWOOK!!!"


Gayoong meninggalkan kantin saat itu juga, sementara Ryeowook hanya terdiam. Semua yang ada disana langsung menyinggung Ryeowook, tak terkecuali ketiga kawan setia Ryeowook. Mereka langsung menghampirinya.


"Keterlaluan," ucap Kyuhyun.


"Parah," tambah Donghae.


"Untung saja aku tidak mengikutimu," lanjut Kibum.


"Cowok macam apa kau ini? Beraninya sama wanita. Cepat minta maaf atau kau akan dapat SP dari sekolah!" Kyuhyun menasihati.


"Kau tak memikirkan perasaan orang. Yang ada diotakmu hanyalah kau ingin membalas Gayoong, tanpa memikirkan konsekuensinya. Seperti anak kecil!" komentar Donghae.


"Ayo lihat Gayoong," ajak Kibum. Akhirnya ketiga orang itu meninggalkan Ryeowook sendirian dan pergi menuju kelas Gayoong.


Ditengah perjalanan, Kyuhyun melihat Gayoong sedang berlari sambil membawa tas sekolahnya. Kyuhyun lantas menghentikan Gayoong, diikuti oleh Kibum dan Donghae.


"Gayoong, tunggu. Kau mau kemana?" tanya Kyuhyun.


"Aku.. Mau pulang saja," jawab Gayoong sambil menitikkan air mata. Ia lalu bersiap pergi.


"Tunggu," cegah Kyuhyun sambil memegang tangan kanan Gayoong.


Saat memegang tangan Gayoong, ia merasa seperti ada cairan hangat yang menempel ditelapak tangannya. Kyuhyun heran, cairan apa itu? Kyuhyun lalu menarik tangan Gayoong untuk melihat apa itu. Namun Gayoong melawannya. Ia sepertinya tak mau telapak tangannya dilihat. Tapi Kyuhyun tetap memaksa dan menarik tangan Gayoong lagi. Dan ternyata, itu adalah...


"Darah?!" Kyuhyun tersentak kaget.


Kibum dan Donghae lalu segera ikut melihat telapak tangan Gayoong. Benar saja, ada banyak darah keluar ditangan Gayoong. Darahnya malah hampir membasahi seluruh area telapak tangannya.


"Pasti karena terkena pecahan beling dari piring tadi," ujar Donghae "Ayo, kita ke rumah sakit!"


"Tidak, tidak usah. Ini bukan masalah besar. Aku pulang saja.." tolak Gayoong.


"Tidak, ini masalah besar. Kalau kau terus membiarkan darahmu mengucur lalu kau kekurangan darah, bagaimana? Ayo, sekarang akan kuantar kau ke rumah sakit. Kyu, Kibum, aku pergi dulu. Annyeonghi kaseyo!" Donghae lalu pergi bersama Gayoong ke rumah sakit.


"Annyeonghi kyesayo," balas Kibum "Ayo, kita ke kelas, Kyu."


Mereka berdua akhirnya kembali ke kelas. Dan tanpa mereka sadari, rupanya Ryeowook sejak tadi memperhatikan kejadian tersebut sambil bersembunyi. Mimik mukanya terlihat seperti orang yang menyesal. Ia terus menunduk, dan akhirnya iapun ikut kembali ke kelas.


***


Di rumah sakit...


Donghae sedang duduk sambil menunggu Gayoong yang sedang diobati oleh dokter. Hari itu entah mengapa rumah sakit begitu sepi. Terlihat sekali hanya sedikit orang yang berada disana. Dan tiba-tiba, seorang wanita jatuh tepat didepan Donghae. Donghae yang sedang melamun kaget melihat itu.


"Ah, kau tidak apa-apa? Apa kau tadi tersandung kakiku? Maaf," ujar Donghae. Ia lalu bangkit dan membantu wanita itu untuk berdiri.


"Tidak, aku bukan tersandung kakimu. Maaf sudah menyusahkanmu, dan terima kasih telah membantuku," ucap wanita itu sambil menatap Donghae.


Wanita itu dan Donghae lalu saling bertatapan. Ketika melihatnya, Donghae merasa ada sesuatu yang berbeda dengan wanita itu. Donghae terus menatapnya, menatap seluruh bagian tubuh wanita itu, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Namun akhirnya Donghae tersadar dari lamunannya karena Eulhye mencoba berjalan, namun Eulhye tak bisa.


"Sebaiknya kau jangan berjalan, duduk saja dulu. Kulihat kakimu belum terlalu bisa digerakkan dengan bebas." kata Donghae.


Wanita itu terdiam sejenak, kemudian mengikuti usul Donghae. Ia duduk tepat disebelah Donghae.


"Kau pasien disini?" tanya wanita itu.


"Bukan, aku hanya sedang mengantar temanku yang tadi terluka disekolah. Kau?" tanya Donghae balik.


"Ne, aku sudah 3 bulan berada disini," jawab wanita itu agak murung "Apa kau tahu aku terkena penyakit apa?"


Donghae menggeleng.


"Kau sudah pernah menonton film 1 Litre Of Tears?" wanita itu malah bertanya lagi, bukannya memberi jawaban.


"Ne! Aku tahu. Film yang dibuat berdasarkan kisah nyata itu, kan? Aku sangat menyukai film itu." Donghae menjawab dengan semangat.


"Aku.. Terkena penyakit seperti pemeran utamanya, Aya," ujar wanita itu.


"Kau serius?" Donghae tersentak kaget.


"Ya. Sebentar lagi.. Aku tidak akan bisa berjalan, tidak bisa berbicara, dan susah bergerak. Aku.. Akan seperti itu," wanita itu mulai menitikkan air matanya "Dan lagi yang membuatku sedih adalah aku tak memiliki siapapun sekarang.. Aku hanya hidup sendiri. Aku.. Tak ada teman. Dirumah sakit inipun, selama ini aku terus diurus oleh suster.."


Donghae merasa sangat iba dengan wanita itu. Ia selama ini belum pernah bertemu dengan orang semalang wanita itu.


"Kau.. Siapa namamu?" tanya Donghae.


"Eh? Aku.. Kim Eul Hye imnida," jawab wanita yang bernama Eulhye itu tetap sambil menangis.


"Donghae imnida. Eulhye, aku sudah mengerti perasaanmu.. Aku.. Bolehkah aku menjadi temanmu? Jika iya, maka aku akan menemanimu disini tiap aku ada waktu luang." pinta Donghae.


"Donghae.. Benarkah?" tanya Eulhye tak percaya.


Donghae mengangguk. Eulhye tersenyum.


"Donghae, gamsahamnida. Kau adalah orang pertama yang ingin berteman dengaku. Aku.. Sangat tersanjung padamu, Donghae. Gamsahamnida!" Eulhye sangat berterimakasih pada Donghae.


"Sudahlah, Eulhye. Jangan difikirkan, dimana kamarmu? Aku akan mengantarmu kesana. Dengan kondisi seperti ini, kau tidak akan sanggup berjalan sendirian." ujar Donghae.


Tepat saat itu, Gayoong keluar dari kamar pemeriksaan. Gayoong melihat Donghae sedang bersama Eulhye.


"Gayoong, pas sekali. Gayoong, bisakah kau membantuku?" tanya Donghae.


"Ne, tentu saja. Ada apa?" Gayoong mendekati Donghae.


"Dia salah satu pasien disini. Dia ingin kekamarnya, namun kakinya kaku untuk digerakkan. Bisakah kau membantuku untuk membawanya kekamar? Kita topang dia bersama-sama. Kau dikiri, aku dikanan." jelas Donghae.


Donghae dan Gayoong akhirnya bersama-sama membantu Eulhye menuju kamarnya. Eulhye sangat senang karena ada orang yang begitu baik padanya. Sesampainya dikamar Eulhye, ia langsung dibaringkan ke ranjang.


"Donghae dan .. Siapa tadi? Ah, Gayoong, terima kasih banyak, berkat bantuan kalian aku bisa kembali kekamarku." ucap Eulhye.


"Bukan masalah," ujar Donghae "Kalau begitu Eulhye, kami pamit dulu. Annyeonghi kaseyo,"


Donghae dan Gayoong lalu pergi menuju parkiran. Sambil berjalan mereka mengobrol.


"Tanganmu.. Apa kata dokter?" tanya Donghae.


"Harus diistirahatkan selama 3-4 minggu." jawab Gayoong sambil menunjukkan tangan kanannya yang dililit oleh perban.


"Aku.. Atas nama Ryeowook aku minta maaf yang sebesar-besarnya," ucap Donghae.


"Tidak akan kumaafkan. Ia sudah keterlaluan!" ucap Gayoong dingin "Aku.. Mau pulang saja, aku akan naik taxi sendiri. Gamsahamnida sudah mengantarku kemari. Annyeonghi kaseyo."


Gayoong pergi meninggalkan Donghae. Ia sudah sangat kesal mendengar nama Ryeowook. Rasanya lebih baik ia tuli daripada harus mendengar nama itu lagi. Gayoong terus berjalan dan berjalan, sampai akhirnya seseorang menghentikannya.


"Hey kau, tunggu disana! Kau yang tangannya diperban! Diam dan jangan bergerak!" seru seseorang dari belakangnya.


Suara itu seperti kukenal, batin Gayoong. Tapi siapa? Gayoong mulai bertanya. Karena penasaran, Gayoong menoleh kebelakang. Ia kaget. Rupanya yang memanggilnya adalah...


*THIS IS THE END OF PART 2*


Siapakah sosok yang memanggil Gayoong itu?
Ingin tahu?
Simak terus kelanjutannya!

0 komentar:

Posting Komentar