Rabu, 09 Desember 2009

Hyo and Hyuk (part 2 - end)

author : arina hyukkie 



Didalam kotak itu terdapat suatu benda berwarna pink pipih dan tidak terlalu panjang. Dan ternyata itu adalah handphone anycall bodyguard.
Aku segera menghubungi hyukie oppa untuk mengucapkan terimakasih
Hyo-rin : (nelpon hyukie)
Hyukie : hello rin-chu~
Hyo-rin : hyukie opaa. Thanks for giving gift for me. It’s very cute.
Hyukie : yaaa…rin~chu
Hyo-rin : yes?
Hyukie : would you like to accompany me for going to play ski?
Hyo-rin : of course
(blab la bla)


http://2.bp.blogspot.com/_kWwz2MTp_DM/Si9U9jdS0II/AAAAAAAAALI/CglQgXkKbQY/s320/anycall+bodyguard.jpg
 





Keesokan harinya, kami janji untuk bermain ski dan manginap di pondok tempat main ski di kawasan yang cukup jauh dari pusat kota. Disana kudapati ternyata hp yang diberikan Eunhyuk kepadaku sepasang dengan hp milik eunhyuk. Sepanjang sore, kami terus bermain. Untungnya, saat itu pengunjung sedang sedikit jadi Eunhyuk leluasa untuk bermain dengan ku.

Eunhyuk sedang beristirahat sedangkan aku terus bermain. Aku, pergi ke puncak gunung dengan menggunakan skylift. Namun, saat aku kembali meluncur ke bawah, aku terjatuh dan kakiku terkilir. Aku sangat bingung harus bagaimana, tak ada seorangpun yan lewat karena memang hari sudah sangat senja.

Aku teringat akan handphone bodyguard yang Eunhyuk barikan kapada ku lalu, ku kirim sinyal SOS untuk Eunhyuk

Di tempat lain...
Handphone hyukie berdering keras [ring ding dong ring ding dong]

Hyukie meluncur ke tempat terlacaknya sinyal SOS dari ku. Ia menyusuri tempat ski dan akhirnya mendapatiku yang sedang tergeletak lemas hampir mati membeku diantara salju yang baru saja turun. Aku tak begitu ingat dengan jelas. Pandanganku kabur, aku hanya melihat wajah eunhyuk yang samar-samar yang hanya memakai setelan pakaian biasa tanpa balutan sehelai sweater ataupun syal.

Kini aku merasakan wangi aroma parfum yang selalu hyukie pakai, dan aku merasa terayun-ayun di pangkuannya.

Ketika tersadar, aku telah berada di sebuah kamar di pondok tmpat ski. Yang pertama kuliohat adalah wajah Eunhyuk yang sedang tertidur pulas di atas kursi. Walaupun dengan kaki yang pincang, dan menahan rasa sakit yang luar biasa pada kakiku aku berusaha berjalan tertatih-tatih untuk menyelimuti eunhyuk dengan selimut warna hijau kesukaanya.
Tapi, tioba-tiba saja Eunhyuk terbangun, padahal aku baru saja mau menyelimutinya. Ia kaget melihatku yang tiba-tiba ada di depannya. Lalu ia berkata
Eunhyuk : WHOA! I was surprised. Are you okay?
Hyo-rin : yes I’am. Mmmm… hyukie, thanks for saving me at the last night.
Eunhyuk : you’re welcome. That is my obligation. I have to cared my lady. (lebay)
Hyo-rin : hohoho…. Hyukieee….
Eunhyuk : hmmm… would you like to accompany me for looking some scenery beside
this lodge?
Hyo-rin : I would love too. But I can’t. my foot still ill
Eunhyuk : that’s easy my lady! *gaya Sebastian kuroshitsuji*
*hyukie was straight to carried me to the terrace*

Kami sampai di ters pndok. Kami berdua duduk disana. Terlihat pemandangan yang luar biaa indah.. danau hijau yang indah, gunung2 dan pohon2 rindang yang di jatuhi oleh butiran-butiran salju lembut.ku semakin tertegun melihat Eunhyuk yang semula duduk di sapming ku, maju kehadapanku dan berlutut lalu berkata

”there here all many snow ices I love you...
There here all many snow ices I kiss you… *he kisses my lip*
Lady…
Would you like to marry me? ”

Aku pun menjawab

“I think you have knew my answer…
I say, YES!! ”

Suasana, cuaca dan pemandangan seolah-olah mengerti perasaan kami di pagi itu. Mentar pagi menyinari kami berdua, menambah kehangatan pagi itu. Decikan air, gemerisik dedaunan dan salju lembut yang berjatuhan seperti menyambut percakapan kami di pagi itu..


~The End~

0 komentar:

Posting Komentar