author : ashanyonyatuki leesarang
Tadi sore aku datang berkunjung ke rumah Lee Sarang, gadisku. Dan aku sangat terkejut saat mendengar pertanyaan adik Lee Sarang, Lee Geum Shik.
“apa semua orang tahu kalau Sarang Noona adalah pacar Leeteuk Oppa?” tanya Geum Shik.
Aku hanya bisa diam.
Semula aku akan menjawab, “tidak. Kita berdua tidak boleh mengetahui orang lain tentang rahasia ini.”
Tapi Sarang sudah datang dan menyuruh adiknya masuk kamar, “Geum Shik, jangan tanya yang tidak-tidak. Sana, kerjakan PR mu. Nanti akan aku periksa.”
Aku merasa lega, Sarang lebih dulu datang sebelum aku menjawabnya. Kemudian Sarang duduk di sampingku. Ia membawa segelas jus buah kesukaanku.
“lain kali oppa jangan dengerin kata-kata Geum Shik ya. dia emang suka ikut campur urusan orang lain. hihihi..” ujar Sarang sambil nyengir.
Aku memandangnya dalam. Lalu memaksakan untuk tersenyum.
“kau sedih ya, jagi?” tanyaku.
Ia menoleh, lalu tersenyum. “sedih karena apa?”
“jangan berpura-pura, jagi. Aku tau kau sedih karena status kita..” kataku.
Sarang tertawa kecil, “status kita? Maksud oppa? perjelas sedikit lagi..”
Aku mendesah, “kau tersiksa kan jadi kekasih dari seorang Leeteuk?”
Sarang tertawa lagi. kali ini lebih renyah dari yang sebelumnya, membuatku sedikit lega.
“maksud oppa, aku tersiksa karena punya pacar seorang artis dan itu membuat kita terpaksa menyembunyikan hubungan kita. Begitu?”
Aku mengangguk.
Sarang menyibakkan poniku, mengelap keringatku dengan tangannya yang mungil. Selama beberapa detik ia tidak memindahkan tangannya. ia memandangku dalam. Begitu juga denganku.
“kenapa kau berpikir seperti itu? aku bahkan tidak pernah berpikir seperti itu..” ucapnya sambil tersenyum.
Aku tidak percaya. Ada setitik kebohongan kutemukan di matanya.
“kau bohong..” tebakku. Dia menggeleng.
“untuk apa? Untuk menghiburmu? Atau menghibur diriku sendiri?”
Aku diam. Ia mengulum bibirnya, membasahi seluruh bibirnya. Sekali lagi ia meraih pipiku. Mengusapnya berulang-ulang. Kugenggam tangannya yang masih mengelus pipiku.
“aku mencintaimu, Sarang..” bisikku. Ia tersenyum.
“maka aku akan bersabar karena kau mencintaiku,” ujarnya.
Kalau saja aku bisa berhenti membuatnya menderita. Maka akan aku lakukan. Tapi aku tidak bisa. Dan aku minta maaf untuk itu.
Dan kalau saja ia tahu, setiap tangan mungilnya menyentuhku..
Aku merasa mendapatkan lebih banyak kekuatan untuk bertahan demi cintaku padanya dan demi menjaga cintanya padaku.
Sepulang dari rumah Sarang, aku langsung latian gymnastic di tempat biasa. Seperti yang kuduga semua member sudah ada di sana menungguku. Selama ini pasti mereka mengira aku tukang ngaret. Padahal, keterlambatanku hanya sebagai kamuflase karena aku menemui Sarang terlebih dahulu. Kalau tidak begitu, maka aku tidak akan pernah punya waktu bersama Sarang walau hanya lima menit.
Aku disambut oleh Siwon di pintu masuk. Ia sedang mengelap pintu kaca.
“hei, Hyung. Kau terlambat lagi.”
Aku tertawa. “ne, mianhae.”
Aku masuk ke ruang latian. Donghae, Hangeng dan Eunhyuk sedang melakukan gerakan gymnastic baru. Sementara member yang lain menirukan mereka.
“wah, Leeteuk kita sudah datang rupanya. Kau terlambat lagi, Hyung.” Kata Sungmin.
Aku tersenyum, “mianhae. aku terlambat bangun.”
Dan seperti biasa, semuanya memaklumi. Mungkin karena sudah terlalu sering maka mereka memaklumiku. Padahal ingin rasanya aku memberi tahu mereka secara pribadi dalam forum diskusi yang kita lakukan setiap akhir bulan. Tapi setiap kali melihat mereka mendesah letih, aku selalu mengurungkan niatku.
“kau ada masalah, Hyung?” tanya Kangin padaku yang dari tadi diam.
Aku menoleh, lalu menggeleng sambil nyengir, “anio. Tidak ada kok.”
Kangin menepuk-nepuk punggungku, “ceritakan saja kalau memang ada di forum diskusi akhir bulan ini. tiga hari lagi sudah akhir bulan kok.”
Aku mengacungkan jempolku, “Sip. Gomapta, Hyung.”
Dan malam ini kami, Super Junior ada wawancara di salah satu realiti show di saluran KBS2. Kuputuskan untuk menelpon Sarang di kamar mandi saat member yang lainnya memutuskan untuk voting pakaian.
“Yeoboseyo?” ucapnya. Suara ini yang kurindukan..
“Hei, ini aku..” kataku. Ia tertawa.
“Yaa, aku tau itu kau...” jawabnya. Aku ikut tertawa.
“malam ini ada interview di saluran KBS2. Aku tidak ingin melarang atau memaksamu menontonnya. Tapi aku hanya ingin bilang kalau...”
“jangan mempercayai sepenuhnya semua pernyataan yang kau katakan di depan kamera. Itu kan yang akan kau katakan?” tebaknya memotong ucapanku. Aku tersenyum.
“ya.”
“aku mengerti keadaan kita, oppa. tidak usah cemas,” ucapnya lalu diiringi tawa renyah.
“apa kau baik-baik saja?” tanyaku masih khawatir.
“ya, tentu saja. Sudah, jangan terlalu lama menelponku dikamar mandi. Nanti member yang lain jadi curiga. Dah oppa.. saranghae..” ia menutup teleponku.
Aku mendesah dan keluar dari kamar mandi, menyusul member yang lain voting pakaian.
Semakin ia mengerti keadaan kami, kenapa aku semakin merasa bersalah? harusnya aku bahagia dan tenang mempunyai kekasih yang tidak menuntut banyak hal padaku. Tidak memperdulikan ketenaran atau kekayaan. Tapi kenapa aku jadi seperti ini?
ARRGHH~~
“Hyung, cepat. Satu jam lagi kita akan on air.” Eunhyuk memperingatkanku.
Aku mengangguk, menarik sembarang pakaian dan memakainya.
Kami bertiga belas sampai di stasiun tivi yang akan mewawancarai kami. Lalu pengarah acara muncul lima belas menit setelah kami siap untuk on air.
“Super Junior, ready on the stage ?” tanya pengarah acara.
“yes!” jawabku mantap.
Kami duduk di kursi yang dirancang sehingga semua member terlihat. Aku duduk di kursi tengah bagian bawah. Kami pun on air.
“kembali lagi bersama saya, Kim Junghoon dalam acara TOP SECRETS bersama bintang tamu spesial kita malam ini, SUPER JUNIOOORRR~~” sang MC, Junghoon mulai membuka acara.
Setelah berkoar-koar beberapa detik, Junghoon mulai melempar pertanyaan dengan aturan semua member diharuskan mengambil undian nomor dan dalam undian tersebut terdapat tiga sampai lima pertanyaan yang harus dijawab oleh member yang bersangkutan.
“naah... untuk member yang mendapatkan giliran pertama adalah... our leader-ssi, LEETEUK~!!” ucap Junghoon. Sudah kuduga. Sial.
Aku merogohkan tanganku ke dalam toples berisi bola bernomor. Kuangkat tanganku setelah mengambil bola yang kuanggap tepat. Dan bola itu bernomor 11.
Junghoon mengambil kertas di papan yang bernomor 11. Lalu mulai membacakan pertanyaannya. Jumlah pertanyaan ternyata 10 dan dalam waktu 30 detik aku harus menjawabnya secara reflek. Aku benci ini.
JH : deskripsikan dirimu dalam tiga kata !
Aku : leader . cengeng . suka tertawa
JH : sejujurnya apa yang paling kau takuti ?
Aku : kehilangan
JH : hal apa yang paling kau suka ?
Aku : bersama Super Junior
JH : siapa member yang paling suka ngaret ?
Aku : leader ! hahaha
JH : siapa member yang paling menyebalkan menurutmu ?
Aku : kangin-ssi. Hahaha .
Lima pertanyaan awal sangat mudah, karena sangat umum. Aku sudah biasa untuk hal seperti itu. bagaimana dengan lima pertanyaan terakhir.
JH : deskripsikan tipe gadismu ?
Aku : mm..mm... mungil, menyenangkan, dan.. mm... hujan
JH : apa yang akan kau berikan pada gadismu saat dia ulangtahun ?
Aku : (sial. Aku memaki Junghoon dalam hati) ramen.
JH : kado apa yang paling berkesan yg pernah diberi oleh gadis2mu dahulu?
Aku : (sial. Aku harus jawab apa) hmm... hmm.. sweater .
JH : artis siapa yang mirip tipemu ?
Aku : (tidak akan ada artis yg mirip dg Sarang) Jang Nara mungkin..
JH : siapa nama gadis terakhir yang menjadi pacarmu ?
Aku : ....
~ to be continued ~

0 komentar:
Posting Komentar