Selasa, 15 Desember 2009

My Everything (chapter 1)

author : lee sarang 




- AUTHOR POV -

 



= Seoul =



Siapa yang tidak kenal Choi Siwon? Pemuda tampan terkaya di Korea. Hampir semua orang mengenalnya. Pamornya sebagai milyader termuda dengan berbagai bisnis keluarga mengalahkan pamor seorang artis atau bahkan presiden. Selain terkenal karena kekayaannya, Choi Siwon juga terkenal karena ketampanannya. Sekali lagi mengalahkan aktor-aktor Korea. Ada hal lain yang membuat Choi Siwon terkenal di kalangan polisi dan lembaga peradilan. Yaitu mengenai peristiwa sebelas tahun yang lalu yang merenggut nyawa kedua orangtuanya.


Choi Siwon membunyikan bel, tanda semua pengawal dan pelayan di rumahnya (baca: istana) harus berkumpul di ruangan rapat khusus pengawal.


Kepala pengawal, Lee Soo Man mengoordinasi seluruh bawahannya untuk segera berkumpul sesuai perintah Tuan Muda Choi Siwon.


“Lee Soo Man-ssi, besok seluruh pengawal diliburkan. Saya akan ke luar kota,” ucap Choi Siwon begitu seluruh pengawal dan pelayan berkumpul.


Lee Soo Man kaget mendengar perintah Choi Siwon. “baik, Tuan Muda Siwon. Anda akan memakai mobil yang mana? Akan saya persiapkan.”


Siwon menggeleng, “tidak usah, Lee Soo Man-ssi. Saya tidak berniat untuk naik mobil. Terimakasih untuk tawarannya.”


Lee Soo Man kaget untuk kedua kalinya. Tuan Mudanya itu tidak pernah sekalipun keluar rumah tanpa kawalan dan tanpa kendaraan pribadinya. Namun Lee Soo Man hanya mengangguk patuh.


Seorang kepala pelayan dapur mengangkat tangan. “ya, yoona-ssi ?”


“apakah pelayan dapur perlu memasakkan Tuan Muda Siwon?” tanya Yoona sopan.


“hanya mempersiapkan untuk sarapan saja. Setelah sarapan seluruh pelayan dapur bebas tugas. Arraseo?”


Yoona mengangguk patuh. Siwon keluar dari ruang rapat. Itu artinya rapat selesai. Seluruh pengawal dan pelayan ribut berbisik-bisik.


“Tuan Muda aneh sekali. Ada apa dengannya? Apa dia sudah kembali seperti Tuan Muda Siwon sebelas tahun yang lalu?”


“Entahlah. Jangan terlalu berharap. Tuan Muda Siwon banyak berubah semenjak peristiwa sebelas tahun lalu. Tidak mungkin secepat itu bisa berubah. Anggap saja Tuan Muda Siwon sedang berbaik hati pada kita.”


Lee Soo Man berdehem, “sudah sudah. Jangan membicarakan hal-hal yang tidak berguna. Ayo, sekarang semua kembali bekerja.”


Para pengawal dan pelayan pun bubar dan kembali pada pekerjaan awal mereka dengan berbagai macam pemikiran dan persepsi mengenai perubahan sikap Tuan Muda nya.




= Beijing =


Kantor detektif swasta Hangeng terlihat lengang seperti sebulan terakhir ini. Detektif Hangeng dan istrinya yang berkewarganegaraan korea, Shin Eun Gi sedang sangat sibuk menyelesaikan kasus yang sebenarnya sudah lama sekali. Karena jangka waktu yang lama itu pula, waktu penyidikan semakin panjang.


Detektif Hangeng dan Shin Eun Gi mengetuk pintu sebuah rumah dengan papan bertuliskan : inspektur Shindong.


“oh, detektif Hangeng. Silahkan masuk, senang bertemu anda lagi,” sapa Inspektur Shindong begitu membukakan pintu.


“xiexie, inspektur. Saya dan istri saya kemari ingin bertanya banyak mengenai peristiwa menggemparkan di Seoul sebelas tahun lalu. inspektur Shindong waktu itu ikut menjadi penyelidik bukan? Tentu banyak yang dapat saya ketahui mengenai peristiwa itu,” kata detektif Hangeng tanpa basa-basi.


“oh, ne. mengenai peristiwa sebelas tahun lalu. saya memang ikut menyelidik. Silahkan masuk,” Inspektur Shindong mempersilahkan detektif Hangeng dan Shin Eun Gi untuk masuk.


“rumah anda cukup mewah untuk ukuran inspektur,” ucap Shin Eun Gi melirik inspektur Shindong.


Inspektur Shindong sedikit kaget, “ini rumah warisan nenek saya, Nyonya Hangeng..”


Shin Eun Gi tersenyum penuh arti. “wah, cucu kesayangan ya?”


Inspektur Shindong balas tersenyum. Lalu memanggil pelayannya untuk menyiapkan jamuan.


“baiklah, kita mulai dari mana, detektif Hangeng?” tanya inspektur Shindong.


“apapun yang bisa anda sampaikan, inspektur,” jawab detektif Hangeng. Lalu di sela istrinya yang juga berprofesi sebagai ahli forensik, “bisa kah anda memberi kami file dokumen penyelidikannya inspektur ?”


Shindong mengangguk, “baiklah. Akan saya ambilkan. Tapi tolong Nyonya, berhentilah bersikap seolah-olah saya terkait dalam kasus ini.”


Shin Eun Gi mengangkat bahunya, “saya tidak bersikap seperti itu.”


Inspektur Shindong berjalan menuju ruang kerjanya.


Hangeng meraih tangan istrinya lembut, “sayang, bersikaplah profesional. Aku tahu dia seniormu waktu pelatihan dahulu. Tapi, saat ini dia adalah patner kita. Kau bisa kan bersikap biasa saja?”


Shin Eun Gi memutar bola matanya, “arraseo.”


Inspektur Shindong kembali membawa beberapa map dan file. Detektif Hangeng tersenyum, sedikit puas.




= Singapore =


KRIIING!!


Seorang laki-laki kewarganegaraan Korea meraih alarm yang mengganggu tidurnya. Lalu mematikannya kasar. Ia kembali tertidur dengan posisi tertelungkup dan tangannya memegang alarm. Sepertinya ia capek sekali karena pukul 2 dini hari tadi, ia baru saja pulang dari Perancis mengurusi bisnis tekstilnya.


“Kyu.. kau sudah bangun ?” tanya seorang gadis mengetuk pintu sambil membawa paperbag berisi buah-buahan segar. Tidak ada jawaban. Terpaksa gadis itu menekan beberapa tombol password di pintu. Pintu terbuka perlahan.


“Kyuu?” panggil gadis itu lagi. lalu tersenyum begitu melihat sosok yang terlelap adalah Kyuhyun.


“setiap pagi aku menemuimu, kau selalu masih terlelap. Dalam keadaan tidur seperti ini, kau seperti bayi..” gadis itu duduk di tepi ranjang sambil menyentuh wajah Kyuhyun perlahan.


Gadis itu beranjak namun tangan Kyuhyun menahannya. Gadis itu menoleh, lalu tersenyum. “bangunlah, sayang. Sudah siang. Aku akan membuatkanmu sarapan.”


Kyuhyun berucap dengan mata terpejam, “aniyo. Tetaplah disini, sayaang..”


Gadis itu menyentuh kening Kyuhyun sebelum mengecupnya, “sampai kapan kau mau tidur? kau sudah mengalahkan puteri tidur..”


Kyuhyun membuka matanya malas. “aku baru saja tidur pukul 3. Penerbangan delay dua jam. Biarkan aku tidur beberapa jam lagi ya?”


Gadis itu menghela napas. “baiklah. Tapi lepaskan aku, aku tidak bisa kemana-mana jika kau memegangku seperti ini..”


Kyuhyun menggeleng. “kau harus menemaniku..”


“bagaimana bisa? Aku harus membereskan rumahmu, aku harus memasakkan...” gadis itu tidak melanjutkan ucapannya begitu melihat Kyuhyun terlelap dengan wajah manisnya. Gadis itu melepas pegangan Kyuhyun. Lalu mengecup pipi Kyuhyun perlahan.


Setelah membersihkan rumah Kyuhyun yang sangat berantakan dan memasakkannya sarapan. Gadis itu meninggalkan memo di pintu kulkas sebelum pergi.
Pesan bertuliskan : sudah bangun sayang ? cepat makan sarapanmu. Lalu mandi. Aku ingin mengajakmu ke korea untuk beberapa hari. Kau rindu bibimu kan? aku pulang dulu mengepak pakaian. Jika aku kembali kau harus sudah siap . oke ? saranghaeyo, kyuu .


Kyuhyun bangun dua jam kemudian. Ia takjub melihat rumahnya bersih dan ada sarapan di meja makan. Kyuhyun membuka kulkas untuk mengambil susu. Ia membaca pesan yang tertempel di pintu kulkas. Kyuhyun tersenyum.


Setelah sarapan ia segera mandi. Kyuhyun menatap wajahnya di cermin sambil mengeringkan rambut. Kyuhyun menggigit bibir bagian bawahnya. Lalu menerawang mengingat masa lalunya di Korea. Sudah enam tahun ia meninggalkan Korea dan tinggal di Singapore.


Di negara kecil ini lah ia meneruskan bisnis tekstilnya dengan perusahaan mode di Perancis. Di negara ini jugalah Kyuhyun bertemu Jae Rin. Satu-satunya gadis Korea yang mampu memikat hatinya. Kyuhyun mengingat-ingat kembali kenangannya di Korea. Tetapi yang ada hanya air mata yang menetes.


“kyu? Kau sudah bangun?” teriak gadis yang sama dengan gadis tadi pagi.


“ya aku sudah bangun. Baru saja selesai mandi,” jawab Kyuhyun lantas menghapus air matanya. Jae Rin memeluknya dari belakang.


“siap ke Korea?” tanya Jae Rin lirih. Kyuhyun hanya mengangguk sambil tersenyum. Lalu ia menggendong Jae Rin sampai ke kamarnya. Jae Rin tertawa.


“ayo, bantu aku mengepak pakaian..” pinta Kyuhyun manja. Jae Rin menggelengkan kepalanya sambil tertawa lalu membuka lemari.




= Seoul =


Seorang gadis mungil terlihat kebingungan mengacak-acak isi rak lemari. Seorang cowok yang sedari tadi sibuk dengan adonan kuenya, mengelap tangannya lalu menghampiri gadis itu.


“nyari apa sih?”


“Ryeowook oppa? cariin kaus kakiku..” pinta gadis itu merengek. Ryeowook ikut mengacak-acak isi rak kaus kaki tersebut.


“kaus kaki yang mana sih?” Ryeowook bingung.


“yang tipis, pendek, mirip stocking warna biru muda..” sahut gadis itu lagi dengan nada putus asa.


“HEECHUL OPPA~~! Bantuin doong!” pinta gadis itu lagi.


“apa sih? kan uda dibantuin Ryeowook tuh. Masa nyari barang begituan aja rame-rame?” tolak Heechul, cowok yang kini sedang memainkan remote TV.


“pokoknya bantuiin~~!!” teriak gadis itu tidak mau tau.


Seorang cowok turun dari lantai atas. “Sa Rang, ada apa teriak-teriak?”


“Donghae oppa!! tau kaus kakiku yang warna biru?” tanya gadis bernama Sa Rang itu begitu melihat kakaknya muncul.


“buat apa?” tanya Donghae dengan muka bloon.


“ya buat dipake lah, oppa. aku ini ada janji sama Kibum. Gaunku uda warna biru nih. Masa kaus kakinya warna ijo?” sahut Sa Rang mengomel.


“yang kayak gini?” Donghae oppa mengangkat kakinya. Memperlihatkan kaus kaki yang dipakainya. Sa Rang histeris.


“kenapa oppa pake sih? itu kan kaus kaki cewek. huh.” gerutu Sa Rang.


“abisnya lucu sih..” Donghae nyengir.


Heechul menimpuk kepala Donghae dengan remote TV. “nyusahin aja lu. Balikin sono kaus kakinya.”
Donghae pun melepas kaus kaki biru itu dari kedua kakinya.


“untung kaki Donghae oppa nggak bau kayak kaki Heechul oppa..” sahut Sa Rang begitu menerima kaus kaki dari tangan Donghae.


Ryeowook dan Donghae tertawa. Heechul meringis, “enak aja lu. Bau bau dikit juga gak apa kan?”
Sa Rang tertawa keras. Ryeowook kembali sibuk dengan adonannya. Sedangkan Donghae duduk di ruang tamu menemani Sa Rang. Donghae melempar jaketnya ke pangkuan Sa Rang.


“pake jaket sana. Tar masuk angin. Mana kamu pake tube dress gitu..” lanjut Donghae.


Sa Rang menuruti perkataan kakak kembar pertamanya itu, memakai jaketnya. Lalu terdengar pintu di ketuk. Sosok Kibum menyembul begitu pintu dibuka.


Sa Rang berdiri dan menatap Kibum takjub. Begitu juga dengan Kibum. Belum pernah ia melihat Sa Rang dalam balutan gaun sefeminin itu.


“Kibum-ah! Kau cakep sekalii~!” teriak Sa Rang sambil mencubit pipi Kibum. Kibum hanya tersenyum melihat tingkah Sa Rang.


“hei, kau. Hati-hati menyetirnya. Jangan ngebut dan jangan pulang terlalu malam. Arraseo?” kata Donghae menasehati. Kibum mengangguk, “Arraseo”


Heechul menyahut dari dalam, “hei, Sa Rang bersikaplah sefeminin gaunmu. Jangan bertingkah seperti anak laki-laki dalam pesta..”


Sa Rang menoleh sambil mencibir, “ya ya ya. aku tahu kau lebih feminin dari aku. sudah, aku berangkat dulu. dah oppa~~” Sa Rang langsung mengapit lengan Kibum begitu pintu apartemen tertutup.




- LEE SA RANG POV –


Namaku LEE SA RANG. Anak ketiga dari empat bersaudara. Aku punya tiga kakak kembar yang SUPER.


Yang pertama LEE DONGHAE.
SUPERcakep dan selalu mengalah demi keluarga. Kuliah jurusan seni dan budaya musik.
Yang kedua KIM HEECHUL.
SUPERlucu, asal ngomong dan rada konyol. Kuliah jurusan desain. Lihat saja gaya pakaiannya.
Yang terakhir KIM RYEOWOOK.
SUPERkoki yang baik hati dan pintar bersih-bersih rumah. Kuliah jurusan tataboga.


Kami yatim piatu sejak aku berumur 5 tahun. kami tinggal di apartement peninggalan orang tua kami. Keluarga kami tidak terlalu kaya, tetapi cukup berkecukupan. Kami berempat punya tabungan pendidikan hingga pendidikan tertinggi. Jadi kami tidak perlu khawatir mengenai uang sekolah. ketiga kakakku sudah kuliah, dan mereka juga kerja magang. Uang itu yang kami pergunakan untuk kehidupan sehari-hari.


Tentang aku? aku Cuma gadis biasa bernama LEE SA RANG yang bersekolah di salah satu high school. Keberuntunganku hanya satu, yaitu memiliki orang-orang yang sempurna, ketiga kakakku dan kibum tentu saja.


Namun...
Kukira keberuntunganku akan selamanya..
Ternyata....




*to be continued..~






0 komentar:

Posting Komentar