Senin, 14 Desember 2009

Please Don't Tell Me The Truth ( part 2 )

aku menggeliat pelan, terbangun, tapi enggan beranjak dari tempat tidur. Sinar matahari di seoul pagi ini, entah kenapa.. begitu menyengat, hingga silaunya menembus jendela kamarku yang tirainya telah tersibak entah oleh siapa...

hemh... ah.. tunggu. kenapa aku bisa berada dikamarku? bukankah tadi aku berada di dalam kamar chullie oppa, lalu...
Apa jangan2 semua itu hanya mimpi?
benar2 hanya mimpi? oh.. untunglah.
karena rasanya, aku tak akan pernah sanggup lagi membayangkan jika oppa benar2 buta..

"Seong Hyun, kenapa kau masih senyum2 disini. cepat mandi, lalu segera turun ke bawah" hankyung oppa tiba2 menyeruak masuk tanpa permisi, huh.. menyebalkan.

"aku sangat lelah oppa, mandinya nanti saja. Biarlah oppa membiarkanku tidur sebentar lagi saja, seperti oppa membiarkan Rider tidur" aku kembali membenamkan tubuh kedalam selimut

"bicara apa kau? hey, benar juga, kemana Rider? apa kau menyekapnya lagi di bawah kolong ranjang?" sahutnya seraya melongok kedalam kolong tempat tidurku.

"jahatnya, jangan selalu menuduhku seperti itu. mungkin Rider dibawa Eunhyuk oppa jalan2. Sudahlah, aku ingin tidur lagi" ujarku seraya menyembunyikan senyum jahil di balik selimut.

"Chullie Hyung, rasanya Seong Hyun kelelahan. dia tak bisa menemuimu, lebih baik kau pulang saja!!!" hankyung oppa berteriak sebelum hendak keluar dari kamarku.

Hiiaahh..... aku segera bangkit dan bergegas keluar.
"kenapa oppa tak memberitahuku dari tadi bahwa chullie oppa yang datang? huh... menyebalkan" gerutuku, sambil menerobos pintu.

masih kudengar tawa renyah hankyung oppa setelah aku menabrak bahunya. " dasar anak ini. hahaha...." aku membalikkan badan...
"sudahlah, oppa jangan meledekku terus. hey, aku hampir lupa... Rider aku sekap di dalam lemari pakaian" aku menjulurkan lidah, lalu bergegas menuruni tangga.

"Seong Hyun... KAU INI!!!" geramnya dengan volume tinggi. haha.. sudah biasa. aku tak peduli hankyung oppa berteriak sekencang apa pun, telingaku sudah kebal..

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Mianhae menunggu Chullie oppa. aku pasti bisa lebih cepat menemuimu jika appa Rider itu tidak banyak basa-basi" aku berteriak girang ketika langkahku mulai mendekati ruang tamu..

"Ne, Mian juga soal tadi malam.." Chullie oppa tersenyum.
tapi tidak denganku, aku hanya bisa mematung. Ku lihat oppa yang kusayangi itu terduduk lemah di atas kursi Roda. didampingi teuki oppa disebelahnya... aku.. ah.. lidahku kelu..

"Seong Hyun, kau sudah ada disini?" pertanyaan dari oppa seolah mengingatkanku pada saat itu, saat aku mengunjungi oppa yang baru saja kembali dari london, lalu... jadi semua itu bukan mimpi?? ahk...

Kutatap lekat sepasang mata beningnya itu. benarkah sinar dimata itu sudah tak akan mampu menatapku lagi? rasanya aku masih belum bisa percaya..
perlahan, kurasakan pipiku mulai basah. Air mata yang sedari tadi tergenang di pelupuk mataku, kini mengalir pelan mebasahi tulang pipiku, lalu menghilang di sudut bibir.

"Dia sudah ada disini chingu..." jawab teuki oppa, sedetik kemudian dia menoleh kearahku, lalu berkata tanpa suara... 'jangan menangis'

"aku disini oppa.." sahutku dengan suara senormal mungkin. Oppa kemudian tersenyum.

"Maafkan aku atas kejadian semalam. Aku tak tau kau sekaget itu hingga pingsan. jujur saja, semalam aku benar2 belum siap kau tau keadaanku yang seperti ini. aku takut... aku takut..." chullie oppa terisak.. aku terdiam sejenak, lalu menghambur memeluknya...

"takut apa? takut aku tak bisa menerima oppa? Tolol!! oppa benar2 tolol jika berpikir seperti itu.. aku sayang oppa. bagaimana pun keadaan oppa. apa pun yang terjadi pada oppa. aku akan tetap selalu ada di samping oppa.. karena oppa adalah oppaku, oppa terbaikku" ujarku terisak..

"Oppa?" Chullie oppa bertanya, lirih.
"Iya, oppa.. oppa yang sangat aku sayang" kemudian aku kembali memeluknya, lebih erat.

"aku tak mau jadi oppamu.." sahut oppa, tiba2. aku terdiam, menatapanya. bingung, tak mengerti kenapa oppa bicara seperti itu, kenapa?
"aku tak mau jadi oppamu jika kau terus memelukku seperti tadi. kau tau? itu sakit sekali. hahaha..." pernyataan oppa membuatku tersenyum lega, ah... ternyata dia tetap kim heechul yang sama..

"hey, aku jadi merasa seperti kacang rebus disini" teuki oppa tiba2 bersungut kesal. Ia mengerucutkan bibir. ah.. senangnya melihat tampang ngambek oppa yang seperti ini. seperti seorang anak yang merengek minta dibelikan setoples lolipop. hahaha..

"Mianhae Hyung, aku baru sadar kau ada disini. hahaha... sudahlah. jangan ngambek seperti itu. nanti ku belikan balon. hahaha..." sahut chullie oppa diiringi tawaku... hemh...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

2 komentar:

Assri Elfishy mengatakan...

chingu....
bagian pertama'a, onnie sha post pake nama "chapter 1"
knpa kau mengubahnya jadi "part 2"?
ckckckc....

asha nyonyatuki leesarang mengatakan...

ayo sunyoung,
cepat digantiii.. >.<
*cerewet lu sha*

Posting Komentar